LISTRIK MENERANGI SELURUH INDONESIA
Dewan Energi Nasional (DEN) menyatakan
kapasitas listrik Indonesia per kapita masih rendah di antara negara-negara
ASEAN. Indonesia menempati urutan ke lima sesudah Vietnam dalam hal kapasitas
listrik per kapita, yaitu sebesar 50 GW ( Giga Watt). Jika Indonesia ditargetkan harus memiliki kapasitas listrik
125 GW pada tahun 2050, maka negara ini
harus mengejar pasokan listrik hingga 7,5 GW per tahun. Kapasitas listrik
saat ini masih belum bisa dijadikan baseline
industri dalam negeri
PLN
masih belum dapat menyediakan listrik sendiri karena keterbatasan dana.
Penyediaan listrik memang membutuhkan dana
yang tidak sedikit. Meski demikian
PLN diharuskan tetap menerima pelanggan
baru. Rakyat di daerah terpencil atau pedalaman pun berhak
memperoleh aliran listrik karena merupakan kebutuhan dasar. Jika listrik tidak
ada maka segala keperluan masyarakat akan terhambat Bahkan investor pun akan sulit menanamkan
modalnya di daerah yang tidak dialiri listrik.
Kampanye
hemat listrik yang kemudian beralih ke
listrik pintar dengan sistem isi ulang pulsa
yang lebih hemat dibandingkan listrik konvensional bergaung ke mana-mana. Namun
rupanya kebutuhan listrik yang sangat besar dan terus meningkat setiap tahun
seiring dengan pertumbuhan industri belum tercukupi oleh layanan yang
disediakan PLN
Sumber
tenaga listrik alternatif yang lain seperti PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air),
PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya)
dan penggunaan tenaga panas bumi bisa
dikembangkan di Indonesia untuk mengatasi kebutuhan listrik dan meminimalkan
biaya yang harus dikeluarkan masyarakat. Daerah terpencil bisa
memanfaatkan tenaga listrik alternatif
seperti ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari penerangan rumah tangga hingga pemenuhan
kebutuhan industri kecil dan menengah.
Di perkotaan, baik di daerah pemukiman, pusat perekonomian maupun
kawasan industri banyak permasalahan yang timbul jika kebutuhan listrik
tidak tercukupi. Ketersediaan daya listrik rendah, arus listrik tidak stabil
maupun seringnya terjadi pemadaman menjadi sumber keluhan masyarakat. Mereka beranggapan
bahwa , kewajiban sebagai pelanggan PLN yang harus membayar listrik tepat waktu
sudah dipenuhi tetapi kenapa masih mendapatkan
pelayanan yang buruk.
Di sini saya akan mencoba memberikan
beberapa ide untuk PLN agar listrik mampu menerangi seluruh Indonesia.
1.
Memberikan
peluang kepada pihak lain untuk mengembangkan pembangkit tenaga listrik
alternatif , sehingga masyarakat tidak harus sepenuhnya menggantungkan pasokan
listrik dari PLN. Dengan demikian kebutuhan masyarakat untuk memperoleh aliran
listrik tercapai tanpa membebani PLN di
luar batas kemampuan daya listrik yang tersedia maupun dari segi finansial penyediaan infrastuktur.
2.
Memberikan
pendanaan bagi penelitian dan pengembangan
untuk mencari sumber-sumber energi
alternatif pembangkit tenaga listrik lainnya yang bisa digunakan di
Indonesia. Selanjutnya penemuan ini ditindaklanjuti dengan pengaplikasiannya untuk
meningkatkan jumlah daya listrik demi memenuhi
kebutuhan masyarakat.
3.
Mensosialisasikan Gerakan Hemat Listrik dan Listrik Pintar melalui iklan layanan masyarakat di berbagai
media , seperti TV, Surat Kabar, Majalah,
Radio, poster dan billboard di berbagai wilayah untuk mengedukasi
masyarakat tentang pentingnya menghemat listrik demi terpenuhinya kebutuhan
listrik hingga ke generasi mendatang. Alasan logis dan rasional kenapa harus
menghemat listrik dan menggunakan listrik secara pintar harus disosialisasikan
dalam iklan layanan masyarakat yang disebarkan secara ke berbagai media
sehingga terbentuk kesadaran masyarakat yang pada akhirnya bisa mengubah
perilaku penggunaan listrik sehari-hari.
4.
Terkait
dengan gerakan tersebut, dilakukan pemilihan pelanggan bijak dalam menggunakan
listrik di setiap wilayah, yang ditentukan berdasarkan jumlah rata-rata
daya listrik yang dipakai per bulan
selama setahun. Harus ada angka tertentu untuk mengkategorikan seseorang hemat
listrik yang didasarkan pada besarnya daya listrik yang digunakan di rumah dibandingkan
dengan jumlah anggota keluarga dan kepemilikan alat bertenaga listrik untuk
pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Pemenangnya juga harus yng membayar tepat waktu.
5.
Melakukan
penertiban terhadap penggunaan listrik ilegal, seperti menyadap listrik
dari tetangga atau dari kantor-kantor
pemerintah. Penertiban ini akan mencegah
terjadinya kebakaran dan menghindari pembengkakan pembayaran oleh pelanggan.
6.
Pemadaman
listrik harus diinformasikan kepada masyarakat jika disebabkan oleh perbaikan
jaringan atau infrastruktur. Pemberitahuan dilakukan sehari sebelumnya secara
tertulis atau melalui media massa, seperti radio lokal atau surat kabar lokal. Jika karena alasan tertentu seperti kondisi alam dan lain-lain sehingga harus dilakukan pemadaman untuk
menghindari bahaya, kepada masyarakat disosialisasikan lewat media massa dan
perangkat desa sejumlah kondisi yang berpotensi untuk dilakukan pemadaman listrik.
Hal ini untuk memberikan waktu kepada masyarakat agar bisa menyiapkan segala
sesuatu yang dibutuhkann untuk menggantikan daya listrik atau menyesuaikan
kegiatan dengan kondisi tanpa listrik.
7.
Agar
masyarakat terdorong melakukan
pembayaran listrik tepat waktu perlu insentif berupa hadiah atau voucher yang
bis dikumpulkan untuk ditukarkan dengan hadiah tertentu . Semakin banyak
voucher semakin bagus hadiah yang diperoleh. Bisa juga dilakukan dengan undian
berhadiah.
8.
Mengaktifkan
call center untuk layanan pengaduan dan gangguan selama 24 jam dengan tanggapan
secepatnya pada hari yang sama.
9.
Mengurangi
pajak penerangan jalanan yang dibebankan kepada pelanggan listrik, karena
seharusnya PLN yang menanggung biayanya. Kecuali untuk penerangan jalan di lingkungan
perumahan dan perkampungan bisa dibebankan kepada masyarakat setempat.
Demikianlah ide yang bisa saya
sampaikan, sebagai salah satu peserta
kontes “Ideku untuk PLN” yang diadakan oleh PLN
bekerjasama dengan BLOGdetik agar PLN dapat memberikan pelayanan terbaiknya kepada
masyarakat. Lewat tulisan ini saya memimpikan negeri kita terang benderang di
malam hari dan industry berkembang pesat
atas terpenuhinya kebutuhan listrik
Yuni Retnowati